Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
085373
Hari iniHari ini84
KemarinKemarin289
Minggu iniMinggu ini373
Bulan iniBulan ini1923
Total pengujungTotal pengujung85373
Statistik created: 2010-09-07T02:11:35+07:00

Peternakan Kobar PDF Print E-mail
Tuesday, 13 October 2009 11:50

Peternakan

Perkembangan peternakan didaerah Kabupaten Kotawaringin Barat  terutama usaha budidaya ternak  besar seperti sapi potong akhir-akhir ini menunjukan peningkatan yang cukup menggembirakan . Namun demikian, usaha ternak sapi potong ini umumnya masih dijalankan sebagai usaha sampingan rumah tangga petani. Dalam konteks wilayah, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,  60 % kebutuhan daerah Kabupaten Kotawaringin Barat masih dipasok dari luar daerah, yaitu terutama dari Kalimantan Selatan dan pulau Jawa. Kondisi ini mengindikasikan bahwa potensi pengembangan komoditi peternakan terutama sapi potong di Kabupaten Kotawaringin Barat masih sangat besar.

Dalam rangka pengembangan peternakan, potensi wilayah hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal. Dari luas wilayah sebesar  1.075.900 Ha, sebesar 16,76 % atau 180.363 ha lahan berpotensi potensi sebagai wilayah pengembangan peternakan. Luas wilayah dan potensi lahan, dan perbandingan populasi sapi dengan daya tampung ternak masing-masing disajikan pada tabel berikut ini.

Peluang Peternakan

Kabupaten Kotawaringin Barat dengan luas wilayah 10.759 Km2 (1.075.900 ha) memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan usaha peternakan baik besar, ternak kecil maupun unggas. Namun pada kenyataannya pengembangan peternakan hingga saat  ini belum optimal, peternakan masih ditempatkan sebagai usaha sambilan yang belum menjanjikan peningkatan kesejahteraan peternak . Disisi lain anggaran pembangunan  pemerintah yang dialokasikan  dibidang peternakan sangat minim serta minat investor menanamkan modal dibidang peternakan masih kurang.

 

Peluang Peternakan

Kabupaten Kotawaringin Barat dengan luas wilayah 10.759 Km2 (1.075.900 ha) memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan usaha peternakan baik besar, ternak kecil maupun unggas. Namun pada kenyataannya pengembangan peternakan hingga saat  ini belum optimal, peternakan masih ditempatkan sebagai usaha sambilan yang belum menjanjikan peningkatan kesejahteraan peternak . Disisi lain anggaran pembangunan  pemerintah yang dialokasikan  dibidang peternakan sangat minim serta minat investor menanamkan modal dibidang peternakan masih kurang

Dalam rangka pengembangan peternakan, potensi wilayah hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal. Dari luas wilayah sebesar  1.075.900 Ha, sebesar 16,76 % atau 180.363 ha lahan berpotensi potensi sebagai wilayah pengembangan peternakan. Luas wilayah dan potensi lahan, dan perbandingan populasi sapi dengan daya tampung ternak masing-masing disajikan pada tabel berikut ini
Tabel luas wilayah dan potensi lahan untuk pengembangan peternakan Tahun 2009.
Kecamatan Potensi Lahan (Ha)
Luas Wilayah Padang Gembalaan Lahan Pekarangan Alang-Alang
Arut Selatan 240.000 920 900
1.002,5
Kumai 292.100 266 4.122
956
Arut Utara 268.500 147
138
1.465
Pangkalan Lada 22.900 65 375 20.482,5
Pangkalan Banteng 130.600
210
9.505
2.794
Kotawaringin Lama
121.800 20
1.400
2.525
Jumlah 1.075.900
1.628
16.422 29.225

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kotawaringin Barat


Tabel perbandingan populasi sapi dengan daya tampung ternak per kecamatan tahun 2009

No.

Kecamatan

Populasi Sapi (Ekor)

Daya Tampung Ternak

Potensi

1.

Arut Selatan

2.525

10.031

7.506

2.

Kumai

2.390

15.649

13.259

3.

Kotawaringin Lama

686

2.794

2.108

4.

Arut Utara

422

3.679

3.257

5.

Pangkalan Lada

2.059

19.624

17.565

6.

Pangkalan Banteng

735

15.303

14.568

 

Kobar

8.817

67.080

58.263

Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kotawaringin Barat

 

Selain luas lahan , dukungan sumber daya lokal lainnya adalah berasal dari perkebunan kelapa sawit yang memiliki luas 118.582 ha. Hal ini terkait dengan limbah industri pengolahan kelapa sawit yaitu solid yang dapat dijadikan pakan ternak  alternatif pengganti konsentrat ( berdasarkan penelitian BPTP Palangka Raya (.  Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat (2007), produksi solid berkisar antara 36-42 ton/hari (diprediksi akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah produksi perkebunan kelapa sawit, sehingga    diperkirakan  mampu memenuhi kebutuhan pakan ± 12.000 ekor sapi perhari.

Tabel luas areal perkebunan untuk penunjang pengembangan ternak sapi

Kecamatan

Luas Areal Perkebunan  (Ha)

Kelapa sawit

Karet

Lada

Jumlah

Arut Selatan

29.923

334

133

30.390

Kumai

34.257

11.248

3.720

49.226

Arut Utara

7.927

328

17

8.272

Pangkalan Lada

10.674

108

1060

11.842

Pangkalan Banteng

35.800

7.616

217

43.633

Kotawaringin Barat

0

2.076

285

2.361

 

Berdasarkan letak geografis wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki letak yang sangat strategis, dimana Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan Autlet atau pintu gerbang pergerakan barang dan jasa serta mobilitas penduduk dari wilayah sekitarnya yang merupakan wilayah kabupaten –kabupaten pemekaran. Hal ini  tentunya  akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah kabupaten Kotawaringin Barat , ter,asuk didalam nya pengembangan sektornpeternakan. Kabupaten Kotawaringin Barat akan menjadi magnet bagi Kabupaten di sekitarnya, yaitu Lamandau, Sukamara, dan seruyan yang merupakan Kabupaten pemekaran, sehingga peluang pasar bagi produk peternakan dari daerah Kabupaten Kotawaringin Barat akan menjadi lebih besar

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s